Senin, 01 Agustus 2011

Keutamaan bershalawat

Published on May 9, 2011 in Artikel Islam.
Untuk mengetahui keutamaan apakah yang akan diperoleh orang-orang yang bershalawat kita perhatikan beberapa hadits di bawah ini :
a. Barangsiapa bershalawat untukku sekali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.” (H.R. Muslim dari Abu Hurairah)
b. “Bahwasanya bagi Allah Tuhan semesta alam ada beberapa malaikat yang diperintah berjalan di muka bumi untuk memperhatikan keadaan hamba-Nya. Mereka menyampaikan kepadaku akan segala salam 
yang diucapkan oleh ummatku.” (H.R. Ahmad, An Nasaiy dan Ad Darimy Syarah Al Hishn)
c. “Barangsiapa bershalawat untukku di pagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, ia akan 
mendapatkan syafa’atku pada hari qiamat.” (H.R. At Thabrany Al Jami’)
d. “Manusia yang paling utama terhadap diriku pada hari qiamat, ialah manusia yang paling banyak 
bershalawat kepadaku.” (H.R. At. Thurmudzy)
Apabila kita kumpulkan beberapa hadits yang menerangkan faedah-faedah shalawat dan kita perhatikan satu persatu, tersimpullah bahwa faedah bershalawat itu diantaranya :
  1. Satu kali shalawat, Allah akan membalas dengan 10 kali shalawat untuknya.
  2. Satu kali shalawat, Allah akan mengangkatnya dengan 10 derajat.
  3. Malaikat juga akan turut membaca shalawat ke atas orang yang membaca shalawat untuk Rasulullah SAW.
  4. Doa yang disertai dengan shalawat akan diperkenankan oleh Allah SWT tetapi doa yang tidak disertai dengan shalawat ianya akan tergantung di antara langit dan bumi.
  5. Akan mendapat tempat yang dekat dengan Rasulullah SAW di hari qiamat nanti.
  6. Akan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW di hari qiamat nanti.
  7. Allah akan memberikan karunia dan rahmat-Nya yang berlimpah-limpah kepada mereka yang bershalawat untuk Nabi SAW.
  8. Dapat membersihkan hati, jiwa dan ruh kotor yang berselaput di dalam dada.
  9. Dapat membuktikan kecintaan dan kasih sayang kita terhadap Rasulullah.
  10. Mewariskan kecintaan Rasulullah terhadap umatnya.
  11. Akan terselamat dan terpelihara dari segala apa yang mendukacitakan dari hal keduniaan maupun akhirat.
  12. Dengan membawa shalawat akan dapat mengingatkan kembali apa-apa yang telah kita lupa.
  13. Akan mendapat nur yang bersinar-sinar di hati bila kita bershalawat 100 kali dengan bersungguh-sungguh.
  14. Mendapat ganjaran pahala seperti memerdekakan seorang hamba bila kita bershalawat sebanyak 10 kali.
  15. Allah akan meluaskan dan melapangkan rezekinya dari sumber-sumber yang tidak diketahui.
  16. Allah akan memberatkan timbangan di hari qiamat nanti.
  17. Mendapat keberkatan dari Allah bagi dirinya dan juga untuk keluarganya.
  18. Mendapat kasih sayang dari hati-hati orang mu’min terhadapnya.
  19. Akan mendapatkan dirinya berada di Telaga Haudh (Telaga Rasulullah SAW) serta dapat pula meminumnya di hari qiamat nanti.
  20. Dapat melepaskan diri seseorang itu dari tergelincir semasa melalui sirat dan ia dengan selamat menuju ke surga.
Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya’-nya menga-takan: “Sesungguhnya berlipatgandanya pahala shalawat atas Nabi SAW itu adalah karena shalawat itu bukan hanya mengandung satu kebaikan saja, melainkan mengandung banyak kebaikan, sebab di dalamnya tercakup :

a. Pembaharuan iman kepada Allah.

b. Pembaharuan iman kepada Rasul.

c. Pengagungan terhadap Rasul.

d. Dengan inayah Allah, memohon kemuliaan baginya.

e. Pembaharuan iman kepada Hari Akhir dan berbagai kemuliaan.

f. Dzikrullah.

g. Menyebut orang-orang yang saleh.

h. Menampakkah kasih sayang kepada mereka.

i. Bersungguh-sungguh dan tadharru’ dalam berdoa.

j. Pengakuan bahwa seluruh urusan itu berada dalam kekuasaan Allah.

5. Sebab-Sebab yang menjadikan pahala Shalawat berlipat ganda

Inilah sepuluh kebaikan selain dari kebaikan yang disebutkan dalam syariat, bahwa setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh ganjaran, sedang satu kejahatan hanya dibalas dengan satu balasan saja.”

Diantara karunia Allah yang diberikan-Nya kepada Nabi-Nya itu adalah menggabungkan dzikir kepada-Nya, dengan dzikir kepada Nabi-Nya di dalam dua kalimat syahadat. Dan menjadikan ketaatan kepada Nabi sebagai ketaatan kepada-Nya, kecintaan kepada Nabi sebagai kecintaan kepada-Nya, juga mengaitkan pahala shalawat atas Nabi dengan pahala zikrullah Ta’ala, seperti firman Allah :

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu…..“ (Q.S. Al-Baqarah: 152)

Dan di dalam salah satu hadits qudsi disebutkan : “Jika hamba-Ku menyebut-Ku di dalam hatinya, maka Aku pun akan menyebutnya di dalam diri-Ku, dan jika ia menyebut-Ku di khalayak ramai, maka Aku pun akan menyebutnya di khalayak yang lebih baik dari khlayaknya.”

Begitu juga yang dilakukan Allah dalam hak Nabi kita SAW, yaitu membalas satu shalawat seorang hamba dengan sepuluh shalawat, dan satu salam dengan sepuluh salam.

Keutamaan Shalawat
Untuk mengetahui keutamaan apakah yang akan diperoleh orang-orang yang bershalawat kita perhatikan beberapa hadits di bawah ini :

a. Barangsiapa bershalawat untukku sekali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.” (H.R. Muslim   dari Abu Hurairah)
b. “Bahwasanya bagi Allah Tuhan semesta alam ada beberapa malaikat yang diperintah berjalan di muka bumi untuk memperhatikan keadaan hamba-Nya. Mereka menyampaikan kepadaku akan segala salam yang diucapkan oleh ummatku.” (H.R. Ahmad, An Nasaiy dan Ad Darimy Syarah Al Hishn)
c. “Barangsiapa bershalawat untukku di pagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, ia akan mendapatkan syafa’atku pada hari qiamat.” (H.R. At Thabrany Al Jami’)
d. “Manusia yang paling utama terhadap diriku pada hari qiamat, ialah manusia yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (H.R. At. Thurmudzy)

Apabila kita kumpulkan beberapa hadits yang menerangkan faedah-faedah shalawat dan kita perhatikan satu persatu, tersimpullah bahwa faedah bershalawat itu diantaranya :
Satu kali shalawat, Allah akan membalas dengan 10 kali shalawat untuknya.
Satu kali shalawat, Allah akan mengangkatnya dengan 10 derajat.
Malaikat juga akan turut membaca shalawat ke atas orang yang membaca shalawat untuk Rasulullah SAW.
Doa yang disertai dengan shalawat akan diperkenankan oleh Allah SWT tetapi doa yang tidak disertai dengan shalawat ianya akan tergantung di antara langit dan bumi.
Akan mendapat tempat yang dekat dengan Rasulullah SAW di hari qiamat nanti.
Akan mendapat syafa’at dari Rasulullah SAW di hari qiamat nanti.
Allah akan memberikan karunia dan rahmat-Nya yang berlimpah-limpah kepada mereka yang bershalawat untuk Nabi SAW.
Dapat membersihkan hati, jiwa dan ruh kotor yang berselaput di dalam dada.
Dapat membuktikan kecintaan dan kasih sayang kita terhadap Rasulullah.
Mewariskan kecintaan Rasulullah terhadap umatnya.
Akan terselamat dan terpelihara dari segala apa yang mendukacitakan dari hal keduniaan maupun akhirat.
Dengan membawa shalawat akan dapat mengingatkan kembali apa-apa yang telah kita lupa.
Akan mendapat nur yang bersinar-sinar di hati bila kita bershalawat 100 kali dengan bersungguh-sungguh.
Mendapat ganjaran pahala seperti memerdekakan seorang hamba bila kita bershalawat sebanyak 10 kali.
Allah akan meluaskan dan melapangkan rezekinya dari sumber-sumber yang tidak diketahui.
Allah akan memberatkan timbangan di hari qiamat nanti.
Mendapat keberkatan dari Allah bagi dirinya dan juga untuk keluarganya.
Mendapat kasih sayang dari hati-hati orang mu’min terhadapnya.
Akan mendapatkan dirinya berada di Telaga Haudh (Telaga Rasulullah SAW) serta dapat pula meminumnya di hari qiamat nanti.
Dapat melepaskan diri seseorang itu dari tergelincir semasa melalui sirat dan ia dengan selamat menuju ke surga.

Waktu-Waktu yang baik untuk Bershalawat

Shalawat atas Nabi SAW itu disunnahkan untuk dibaca pada waktu-waktu yang telah dikemukakan oleh hadits-hadits, seperti :

1) Sesudah menjawab adzan.

2) Pada permulaan membaca doa, pertengahannya dan penutupnya.

3) Pada akhir pembacaan doa qunut.

4) Pada pertengahan takbir ‘ied.

5) Ketika masuk dan keluar masjid.

6) Ketika bertemu dan berpisah.

7) Ketika berlayar dan datang dari pelayaran.

8) Ketika bangun untuk melakukan shalat malam.

9) Ketika selesai mengerjakan shalat.

10) Ketika selesai membaca Al-Qur’an.

11) Ketika mengalami kecemasan dan kesedihan.

12) Ketika membaca hadits, menyampaikan ilmu dan zikir.

13) Dan ketika lupa akan sesuatu

14) Ketika mencium hajar aswad di dalam thawaf.

15) Ketika membaca talbiyah.

16) Ketika telinga berdengung.

17) Sehabis wudhu.

18) Dan ketika menyembelih dan bersin.

Namun ada pula hadits yang melarang membacanya di dua waktu terakhir ini.

Selain itu, waktu-waktu yang khusus untuk dibacakan shalawat padanya berdasarkan nash adalah hari Jum’at dan malam Jum’at, sesuai dengan sabda Nabi SAW : “Perbanyaklah membaca shalawat pada malam Jum’at dan siang Jum’at, sebab pada ketika itu shalawat kamu diperlihatkan kepadaku.” (H.R. Al-Thabrany dari Abu Hurairah ra.)

Dan diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz ra, bahwa ia menulis : “Sebarkanlah ilmu pada hari Jum’at, sebab bencana ilmu itu adalah lupa. Dan perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat atas Nabi SAW pada hari Jum’at.”

Dan Imam Syafi’i ra berkata : “Aku suka membanyakkan membaca shalawat dalam setiap keadaan, pada malam dan siang Jum’at lebih aku sukai, karena ia merupakan hari yang paling baik.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar